Lionel Messi, Bintang Argentina yang Sempat Akrab dengan Jarum Suntik

Olahraga62 Views

Sebelum menjadi bintang sepak bola yang sangat terkenal, Lionel Messi adalah bocah yang akrab dengan penyakit. Begini kisahnya.

Messi lahir di Rosario, Santa Fe, Argentina, pada 25 Juni 1987. Ayahnya, Jorge, adalah seorang manajer di perusahaan baja. Ibu Messi, Celia Cuccittini, seorang pekerja perusahaan magnet.

Peraih tujuh gelar Ballon d’Or ini sudah tak normal sejak balita. Orang tua Messi mulai khawatir saat La Pulga masih 11 tahun. Ketika itu tubuh Messi lebih kecil dibanding teman sebayanya.

Jorge lantas memeriksakan Messi ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan didiagnosis bahwa Messi mengalami kelainan hormon. Messi terpaksa harus menjalani suntik hormon.

Kisah perjuangan Messi saat masih bocah itu dikisahkannya dalam wawancara tayangan televisi Amerika TV. Messi, ketika kecil, merasa tidak khawatir dengan jarum setiap hari.

“Saya menyuntik kaki saya setiap malam. Saya memulainya di usia 12 tahun. Itu tidak mengesankan buat saya,” kata Messi.

“Awalnya orang tua saya memberi suntikan ketika saya delapan tahun sampai saya belajar. Jarumnya kecil. Tidak terasa sakit, itu adalah hal rutin yang harus saya lakukan dan biasa buat saya.”

Menurut Hopkins Medicine, Growth Hormone Deficiency (GHD) disebabkan kurangnya jumlah hormon pertumbuhan dalam tubuh yang mengganggu perkembangan penderitanya. Anak-anak dengan GHD memiliki perawakan pendek yang tidak normal dengan proporsi tubuh yang normal.

GHD atau yang juga dikenal sebagai dwarfisme hipofisis bisa terjadi sejak saat lahir atau di masa tumbuh kembang. Hal ini terjadi sebab kelenjar pituitari membuat terlalu sedikit hormon pertumbuhan.

Kondisi ini juga bisa terjadi akibat cacat genetik, cedera otak parah, atau lahir tanpa kelenjar pituitari, kelenjar utama yang mengendalikan banyak fungsi vital tubuh.

Dilansir dari sejumlah sumber, keluarga Messi disebut mengeluarkan dana hingga 1.000 poundsterling setiap bulannya untuk terapi. Ini biaya yang lumayan besar pada akhir abad ke-20.

Akhirnya Barcelona datang pada 2001. Messi dinilai pencari bakat Barcelona punya bakat istimewa. Hanya saja tinggi badan Messi dianggap butuh sentuhan khusus.

Tidak hanya menangani kelainan hormon Messi, Barca juga melakukan perbaikan otot dan tulang agar lebih kuat. Hal ini dilakukan agar nantinya Messi tidak rentan cedera.

“Tidak sulit bagi saya untuk datang ke Barcelona. Saya beradaptasi dengan cepat, tapi keluarga saya tidak. Saudara-saudara saya ingin pulang dan mereka akhirnya melakukannya.”

“Akhirnya saya ditinggal sendiri bersama ayah saya dan dia bertanya ‘apa yang seharusnya kita lakukan?’ Saya katakan padanya ‘saya ingin bertahan’,” ucap Messi mengisahkan.

Keputusan Messi bertahan bersama Barcelona akhirnya jadi berkah. Seiring waktu, tinggi badan Messi naik perlahan hingga 1,7 meter. Tidak terlalu tinggi, tetapi cukup baginya untuk menjelma jadi salah satu pesepakbola terbaik dalam sejarah.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *