Kasus Orang Digigit Anjing Terus Bertambah di TTS di Tengah KLB Rabies

Berita, Nasional58 Views

Kasus orang terkena gigitan anjing di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) NTT terus bertambah setiap hari. Pada Jumat (2/6), tercatat ada 21 kasus orang terkena gigitan anjing.

Dengan tambahan 21 kasus baru itu maka total orang terkena gigitan anjing sejak Selasa (30/5) bertambah menjadi 128 kasus dari sebelumnya dilaporkan 107 kasus.

“Jumlah penemuan baru kasus/orang dilaporkan digigit anjing sebanyak 21 kasus,” tulis dalam laporan tersebut.

Sehari sebelumnya pada Kamis (1/6) dilaporkan bahwa orang yang terkena gigitan anjing sebanyak 35 kasus.

Dalam laporan itu disebutkan, dari 128 kasus orang terkena gigitan anjing, tersebar di 39 desa dari 11 kecamatan. Jumlah ini mengalami tambahan sebanyak 11 desa baru yang telah melaporkan kasus gigitan anjing, termasuk Desa Boti di Kecamatan Kie yang memiliki Suku Tradisional Boti.

Sementara informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com menyebutkan di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan sebagai tempat awal ditemukannya kasus rabies masih banyak berkeliaran anjing dalam desa tersebut.

“Di (desa) Fenun, anjing masih berkeliaran, tidak dikandangkan,” kata sumber CNNIndonesia.com dalam pesan singkat.

Setiap hari masih terjadi kasus baru gigitan anjing. “Tiap hari ada gigitan baru,” katanya.

Menurutnya, jika pencegahan tidak dilakukan maka kasus rabies tersebut berpotensi sampai ke Kabupaten Malaka yang berbatasan dengan Kabupaten TTS.

Dia berharap perlu ada langkah tegas petugas di lapangan agar masyarakat mengikat dan mengandangkan anjing.

“Sangat dibutuhkan koordinasi kepala daerah (Bupati) dengan TNI/Polri,” katanya.

Kepala Balai Karantina Kelas I Kupang, yang dihubungi CNNIndonesia.com mengatakan pada Sabtu (3/6) akan dilakukan penyerahan bantuan vaksin anjing tahap pertama sebanyak 2.500 dosis dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia kepada Dinas Peternakan TTS.

Penyerahan vaksin anjing tahap pertama tersebut sebagai langkah cepat pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian sekaligus pencanangan vaksinasi anjing. Hal ini menyusul temuan kasus rabies yang telah menelan satu korban jiwa di Kabupaten TTS.

Saat ini, Kabupaten TTS juga telah ditetapkan keadaan luar biasa (KLB) rabies untuk kesehatan manusia dan wabah rabies untuk hewan anjing.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *