DPRD Babel Minta Rekening Pemprov Tetap di BRI, Ini Rincian Alasannya

Daerah81 Views

PANGKALPINANG Pro kontra pemindahan rekening Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dari Bank Sumsel Babel ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) di era Penjabat (Pj) Gubernur Babel Ridwan Djamaluddin, hingga sekarang masih bergulir.

Baru menjabat dua bulan sebagai Pj Gubernur Babel yang baru, Suganda sudah meminta pengembalian rekening keuangan daerah Pemprov Babel tersebut ke Bank Sumsel Babel, dan saat ini sedang dalam proses di kedua bank terkait.

Menanggapi manuver Pj Gubernur Suganda itu, Anggota DPRD Babel, Ranto Sendu kepada Jumat (2/6/2023) mengingatkan Pj Gubernur Suganda tidak terburu-buru mengambil tindakan.

Jangan sampai Pj. Gubernur kita terburu-buru mengambil tindakan, tanpa mempertimbangkan latar belakang perpindahan RKUD sekaligus dampak yang akan terjadi apabila RKUD yang baru hitungan hari di BRI akan dicabut dan dikembalikan ke Bank Sumsel Babel, ujar Ranto.

RKUD yang baru berumur hitungan hari di BRI, dan akan Pj.Gubernur Suganda kembalikan ke Bank Sumsel Babel, menurutnya, adalah preseden buruk terkait citra Pemprov Babel sendiri.

Dunia perbankan akan menilai bahwa masalah penting seperti RKUD dengan mudahnya dikembalikan begitu saja, tanpa mencermati secara seksama latar belakang perpindahan RKUD dari Bank Sumsel Babel ke Bank BRI. Tentunya Pemprov melalui Pj.Gubernur sebelumnya telah melakukan kajian dan pertimbangan yang cermat, baik dari sisi aturan, manfaat, layanan, peningkatan PAD dan lain sebagainya, ungkap Ranto.

Rencana Pj.Gubernur sekarang untuk kembali memindahkan RKUD ke Bank Sumsel Babel, sambung Ranto, sudah pasti berakibat TRUST atau kepercayaan pihak perbankan kepada Pemprov menjadi turun drastic.

Padahal pihak perbankan adalah mitra penting bagi Pemerintah Daerah dalam mengelola keuangan dan pembangunan.

Perlu disampaikan bahwa ASN termasuk Anggota Dewan, sangat menyambut baik ketika RKUD dipindahkan ke Bank BRI, yang dari sisi layanan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta dukungan kepada Pemprov Babel jauh lebih baik dibandingkan Bank

Sumsel Babel. Maka, kekecewaan adalah suatu keniscayaan dan akan terjadi, tegas anggota DPRD Babel tersebut.

Bukan rahasia umum, dibeberkan Ranto, layanan Bank Sumsel Babel selama ini kurang baik. ATM yang sering kosong, rusak dengan embel-embel sedang dalam perbaikan. Dukungan kepada Pemprov sangat minim untuk kegiatan atau event-event.

Bank Sumsel Babel jauh lebih peduli kepada Pemerintah Kabupaten/Kota. Dukungan kepada UPT SAMSAT yang minim, tidak membantu sapras dan IT, yang apabila diminta bantuan selalu dengan alasan akan dilaporkan dan menunggu arahan pusat

Justru bersama BRI saat ini, semua hal di atas menjadi terbalik. Dukungan sapras sudah terbukti, walaupun masih hitungan hari, bebernya.

Dilanjutkan Ranto, UPT SAMSAT diberikan dukungan pelayanan. Di Belitung sudah berdiri dan beroperasi Teras Samsat BRI. Beroperasi Senin s.d. Sabtu, bertempat di

kantor unit BRI, yang lokasinya di tengah pasar, dekat dengan warga, sehingga layanan menjadi lebih baik dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat.

BRI juga, ditekankan Ranto, akan memberikan bantuan setidaknya 2 unit BUS SAMSAT KELILING, dukungan IT dan sapras lainnya.

Dari yang kami sampaikan di atas, kami meminta kepada Pj.Gubernur selaku mitra kerja, kiranya rencana pengembalian RKUD ke Bank Sumsel Babel tersebut kiranya dapat dipertimbangkan Kembali, kata Ranto.

Evaluasi Kinerja Setelah Minimal 1 Tahun

Jauh lebih logis dan bijaksana kiranya RKUD di BRI yang baru hitungan hari itu dapat dipertahankan. Jauh lebih masuk akal dan logis memberikan kesempatan BRI untuk bekerja, baru dievaluasi kinerjanya setelah bekerja minimal 1 tahun beroperasi. Tidak dikembalikan tiba-tiba, sentilnya.

Jangan salahkan kami berpandangan bahwa justru rencana pengembalian RKUD ke Bank Sumsel Babel yang akan dilakukan oleh Pj.Gubernur adalah atas tekanan Pihak tertentu. Bukan karena alasan kebutuhan dan kepentingan daerah yang dipimpinnya, sebut Ranto.

Pihaknya mendukung RKUD tetap di BRI, karena memberikan layanan yang baik, peningkatan PAD dari sisi Bunga Jasa Giro yang jauh lebih besar dibandingkan yang diberikan oleh Bank Sumsel Babel selama ini, yang hanya memberikan Jasa Giro 1% sementara BRI dapat memberikan sebesar 3%.

Belum lagi dari Bunga Deposito, selama ini Bank Sumsel Babel hanya memberikan 3% sedangkan Bank BRI sebesar 4,5%.

Untuk itulah, kepada Pj.Gubernur, perlu kami sampaikan alasan apalagi yang kita ingkari. Pikirkan Negeri ini, mari sama-sama kita meningkatkan PAD dan membangun Negeri ini, tegasnya kembali.

Seluruh masyarakat Bangka Belitung, sambung Ranto, telah sejak lama mengimpikan Bank Daerah, yang juga dijanjikan oleh Bank Sumsel Babel untuk mendukung langkah-langkah pendirian Bank Daerah bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang janji itu, sampai saat ini tinggal janji.

Kami berharap, biarlah RKUD kita di BRI, setidaknya dimasa-masa transisi, ketika kita menyiapkan Bank Daerah sendiri, BANK BANGKA BELITUNG, tutup (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *