Bikin Peserta Tertawa Lepas, Asyraf: Jika Ada Bapak Dianiayai Istri, Lapor DP3ACSKB

Daerah53 Views

PANGKALPINANG – Candaan Asyraf Suryadin Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bikin peserta kegiatan Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Layanan Perlindungan Perempuan tertawa lepas.

Proses penyampaian materi dilakukan secara santai, tampak kegiatan ini sangat komunikatif.

“Dinas kita melakukan pemberdayaan perempuan. Namun jika ada bapak-bapak yang dianiaya isterinya, bisa melaporkan ke dinas kita. Siapa tahu isterinya ahli bela diri,” kata Asyraf saat menyampaikan materi kegiatan, di Alun-alun Desa Tanjung Gunung, Rabu (29/3/2023).

Perkataan tersebut mengundang tawa peserta. Namun Asyraf mengharapkan agar suami isteri bisa saling menghargai. Isteri boleh bekerja di luar rumah, namun tentunya harus mendapatkan izin dari suami. Jika saling menghargai, tidak akan terjadi tindak kekerasan di rumah tangga.

Begitu juga sikap terhadap anak. Asyraf mengatakan, saat memberikan nama untuk anak harus yang baik. Sebab nama tersebut menjadi doa bagi anak. Selanjutnya, hendaknya orang tua jangan menikahkan anak yang belum cukup umur atau masih berusia di bawah 18 tahun.

“Kita berharap di daerah Desa Tanjung Gunung ini tidak ada dan tidak terjadi pernikahan usia anak. Pernikahan anak, umurnya masih 18 tahun ke bawah. Saat usai anak diberikan makan ikan, agar terpenuhi gizinya,” saran Asyraf.

Anak yang cukup mendapatkan asupan gizi, kata Asyraf, dapat menjauhkan anak dari kasus stunting. Memberi makan ikan untuk anak sangat baik. Karena jika banyak makan ikan akan membuat anak menjadi pintar.

Sangat penting menjaga keutuhan rumah tangga. Asyraf menjelaskan, jika terjadi perceraian, anak menjadi korbannya. Kalau ada kesalahan suami maupun isteri, hendaknya bisa memberikan maaf. Tentunya meningkatkan sikap sabar akan lebih baik.

“Jika isteri sedang marah, suami jangan ikut-ikutan marah. Ada baiknya suami menjauh, sehingga tidak terjadi pertengkaran. Biasanya kalau didiamkan, kemarahan istri akan mereda sendiri,” kata Asyraf.

Sebelumnya, Muslim Kepala Desa Tanjung Gunung menyambut antusias kegiatan ini. Sebab Desa Tanjung Gunung sudah terpilih sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan. Diharapkan kegiatan ini berjalan lancar dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami harap peserta menyimak dan mengikuti kegiatan ini sampai tuntas. Jangan sampai setelah pulang tidak mengerti apa-apa,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui pelaksanaan kegiatan Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Layanan Perlindungan Perempuan dilakukan berkolaborasi bersama Komisi IV anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini digelar secara bergantian di beberapa desa. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *