Beranda Nasional Kesalahan Input Data Rugikan Palon 02, BPN Prabowo: Ketua KPU Kudu Ditangkap

Kesalahan Input Data Rugikan Palon 02, BPN Prabowo: Ketua KPU Kudu Ditangkap

17
0
BAGIKAN
Kesalahan Input Data Rugikan Palon 02, BPN Prabowo: Ketua KPU Kudu Ditangkap (kataindo.com)
Kesalahan Input Data Rugikan Palon 02, BPN Prabowo: Ketua KPU Kudu Ditangkap (kataindo.com)

JAKARTA – Juru Kampanye Nasional Badan Pemenang Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Lieus Sungkharisma menuding kesalahan yang terjadi berulangkali dalam proses input data pada Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU RI adalah faktor kesengajaan. Lieus pun menganjurkan untuk menangkap Ketua KPU RI, Arief Budiman.

Aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) itu pun mempertanyakan mengapa kesalahan input data yang dinyatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai human error itu dapat terjadi hampir setiap hari.

Sedangkan, anggaran yang diberikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) cukup besar yaitu sebesar Rp 25,59 triliun.

“Masa sekarang dengan anggaran begitu besar kok bisa ada human error berulang-ulang dan hampir setiap hari bisa terjadi itu, Nah jadi kita sebenarnya menerapkan apa yang ada di undang-undang, ya harus (Ketua KPU RI) di tangkap dong,” papar Lieus saat dihubungi, Kamis (2/4/2019) lalu.

Kesalahan Input Data Rugikan Palon 02, BPN Prabowo: Ketua KPU Kudu Ditangkap (kataindo.com)
Kesalahan Input Data Rugikan Palon 02, BPN Prabowo: Ketua KPU Kudu Ditangkap (kataindo.com)

Lieus Sungkharisma menilai kesalahan input data yang berulang kali terjadi merupakan bentuk kejahatan dan dapat terancam di pidana selama empat tahun penjara. Lieus Sungkharisma itu pun merujuk aturan yang tertuang dalam Pasal 532 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Isi pasal tersebut yakni, setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan suara seorang pemilih menjadi tidak bernilai atau menyebabkan peserta Pemilu tertentu mendapat tambahan suara atau penerimaan suara Peserta Pemilu menjadi berkurang dapat di pidana.

“Kesalahan input yang berulang ulang tersebut itu kejahatan, Yang sebetulnya tidak usaha dicari lagi hukum pidananya, jelas 4 tahun (penjara) atau denda Rp 48 juta,” katanya.

Lebih lanjut, Lieus Sungkharisma  mengatakan apabila Situng tersebut dimaksudkan sebagai bentuk tranparansi informasi kepada publik, maka seharusnya KPU membuka ke publik pihak-pihak yang sudah melakukan kesalahan dalam proses input data pada Situng. Karena, Lieus Sungkharisma merasa kesalahan input data itu sudah merugikan kubu Prabowo.

“Nah itu yang kita ingin tahu, siapa itu yang salah input berulang-ulang dan selalu merugikan paslon 02,” ujarnya.

“Kalau keterbukaan itu begitu ada proses dia langsung audit itu, dia perintahkan stop satu hari, siapa itu yang salah input keluarin itu orangnya, Nah itu keterbukaan. Kemudian besoknya tidak ada lagi kesalahan,” sambungnya.

Sebelumnya, Arief Budiman menanggapi pernyataan BPN Prabowo-Sandi yang mengaku sudah menemukan ribuan kesalahan dalam proses input data pada Situng KPU.

Terkait hal tersebut, Arief Budiman menyampaikan hasil penghitungan suara lewat Situng tidak menjadi dasar untuk menentukan hasil Pemilu. Menurut Arief Budiman, Situng hanya alat bantu untuk memberikan informasi secara cepat.

“Kalau Situng kan tidak jadi bahan yang digunakan untuk penetapan, Jadi ini menjadi alat bantu memberikan informasi dengan cepat, Bagian dari penyediaan informasi yang terbuka, transparan kepada publik,” tutur Arief Budiman di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/4) lalu.

Arief Budiman itu pun menerangkan apabila ditemukan kesalahan input data pada Situng nantinya akan diperiksa pada proses rekapitulasi hasil penghitungan suara manual di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi serta nasional.

Ketua KPU RI itu mengatakan kesalahan input data juga tak hanya dapat terjadi pada hasil penghitungan suara Pemilu Presiden (Pilpres) melainkan juga Pemilu Legislatif (Pileg).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here