Beranda Nasional Versi Survei Lapitek UKRI, Prabowo-Sandi Unggul 62,20%

Versi Survei Lapitek UKRI, Prabowo-Sandi Unggul 62,20%

35
0
BAGIKAN
Versi Survei Lapitek UKRI, Prabowo-Sandi Unggul 62,20% (kataindo.com)
Versi Survei Lapitek UKRI, Prabowo-Sandi Unggul 62,20% (kataindo.com)

JAKARTA – Lapitek Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) merilis hasil survei berkaitan dengan Pilpres 2019. Hasil tersebut, menyatakan terwakilan harapan rakyat untuk kepemimpinan Indonesia lima tahun ke depan pada pasangan capres dan cawapres 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno dengan memperoleh 62,20%. Sedangkan, pasangan capres dan Cawapres 01 hanya 35,90%.

Direktur Lapitek UKRI, Rochmanijar Setiady menyatakan, unggulnya pasangan Prabowo-Sandi itu didasarkan survei internal yang dilakukan tim internal melalui 8.000 data formulir C1 Plano yang mereka dapat.

Rochmanijar mengklaim, sampel sebaran survei tersebut didapatkan hampir di seluruh daerah Indonesia atau semua provinsi. Analisa yang dilakukan melahirkan grafik sebaran keinginan rakyat Indonesia yang cukup beragam.

“Proses pemerolehan C1 Plano ini didapatkan dari relawan yang tersebar, Jadi survei ini adalah survei akhir sejak elektabilitas Pemilu, Dari saat itu, kita sudah membangun relawan, Relawan kami sudah tersebar di 8.000 wilayah itu,” papar Rochmanijar di aula Prof Soemitro Djojohadikusumo UKRI Jalan Terusan Halimun No 37 Bandung, Kamis (25/4/2019) kemarin.

Versi Survei Lapitek UKRI, Prabowo-Sandi Unggul 62,20% (kataindo.com)
Versi Survei Lapitek UKRI, Prabowo-Sandi Unggul 62,20% (kataindo.com)

Sementara itu, formulir C1 Plano merupakan catatan hasil penghitungan suara di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Rekapitulasi dari seluruh C1 Plano yang dijadikan dasar menetapkan hasil real count.

Pada Pemilu kali ini, KPU menyediakan sekitar 810.329 TPS di seluruh Indonesia. Sementara sampel 8000 C1 Plano yang dipakai Lapitek Universitas Kebangsaan Republik Indonesia berasal dari 8000 TPS.

“Kalau dari 34 provinsi, 11 provinsi dalam survei yang kami peroleh berharap pasangan capres 01 Kubu Petahana menjadi pimpinan, Sisanya 23 provinsi berharap pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo- Sandiaga Uno menjadi pemimpin, Persentasenya Kubu Petahana 35,90 persen, Prabowo-Sandi 62,20 persen, dan suara tidak sah 1, 90 persen,” katanya.

Rochmanijar menjelaskan, sebaran survei berdasarkan multistage range dan margin error memanfaatkan 2,46 dengan tingkat kepercayaannya sekitar 95 persen. Sedangkan  dominasi sebaran acak berasal dari sampel masuk dari wilayah barat.

“Timur kita ada kesulitan pada beberapa hal teknik yang alami, Provinsi paling banyak sebarannya dari provinsi Jawa Barat, DKI, Banten, dan Sumatera, Itu yang cukup banyak sampelnya, Kita sebarannya secara bersamaan, begitu (C1 Plano) dari relawan masuk, kita masukkan dan kita catat,” ujarnya.

Meski begitu, Rochmanijar  juga menyatakan populasi survei prioritas didapat dari provinsi Jawa Barat. Survei tersebut dilakukan usai survei elektabilitas dan exit poll.

Versi Survei Lapitek UKRI, Prabowo-Sandi Unggul 62,20% (kataindo.com)
Versi Survei Lapitek UKRI, Prabowo-Sandi Unggul 62,20% (kataindo.com)

“Survei ini yang terakhir, dan itu kita mulai di Jawa Barat, Banten, DKI, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang terakhir, Kalau skala prioritas kita tentukan acak, tapi wilayah keterjangkauan (dominasi barat) yang kita lakukan seperti itu,” ucapnya.

Sementara itu, Rochmanijar mengaku survei tersebut tidak mengarahkan hasil pada politisasi pemimpin. Akanntetapi lebih pada harapan masyarakat terhadap sosok pemimpinan nasional. Dari survei tersebut, pihaknya pun tak bicara menang-kalah. Pihaknya hanya menjaring keinginan masyarakat.

“Kita bicara terhadap harapan masyarakat terhadap sosok pemimpinan nasional, Itu yang kami garis bawahi karena kami tidak berkait dengan masalah politisnya tetapi kami ingin melihat dari sisi akademis, Dengan kajian yang kami lakukan ini bagaimana sebetulnya harapan masyarakat terhadap pimpinan nasional kedepan, Itu yang sebetulnya ingin kita dapatkan,” tuturnya.

Di sisi lain, urusan dana penelitian Rochmanijar berterus terang dana penelitian menggunakan dana anggaran kampus yang dialokasikan untuk dana penelitian tahunan. Adapun jumlah dari tiga survei yang dilakukan Lapitek UKRI sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp206 juta.

“Masalah pendanaan murni kami gunakan dana penelitian yang kami anggarkan tiap tahun, Tapi karena tahun ini sebagai tahun politik, jadi anggaran hampir 90 persen digunakan, Total Rp206 jutaan untuk tiga kali survei, Survei ini juga tidak bicara pemenanan, Tapi kita bicara survei dari sampel yang kita dapatkan, Kita harapkan ini bisa menggambaran harapan atau keinginan masyarakat berdasarkan sebaran yang kita lakukan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here