Beranda Nasional Ketua BPN Prabowo-Sandi Ingatkan Rakyat Agar Tak Terprovokasi

Ketua BPN Prabowo-Sandi Ingatkan Rakyat Agar Tak Terprovokasi

22
0
BAGIKAN
Ketua BPN Prabowo-Sandi Ingatkan Rakyat Agar Tak Terprovokasi (kataindo.com)
Ketua BPN Prabowo-Sandi Ingatkan Rakyat Agar Tak Terprovokasi (kataindo.com)

JAKARTA – Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jenderal TNI (purnawirawan) Djoko Santoso, mengingatkan bahwa rakyat tengah diuji untuk mempertahankan kedaulatannya. Rakyat juga diminta agar tidak terprovokasi.

“Berkali-kali kita diuji, sekarang kita diuji, mampu atau tidak mempertahankan kedaulatan,  Saudara-saudara sekalian di curangi, itu artinya mengerosi kedaulatan rakyat,” papar Djoko Santoso dalam syukuran dan konsolidasi relawan Prabowo-Sandi di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada hari Rabu 24 April 2019.

Djoko Santoso telah menginstruksikan kepada seluruh relawan serta pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di daerah-daerah untuk menggelar syukuran dan mendeklarasikan kemenangan.

Djoko Santoso mengklaim, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang di banyak daerah, di antaranya yakni Banten, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan lain-lainnya. “Jadi, di lihat kalaupun kalah, itu pasti di rekayasa,” kata Djoko Santoso.

Ketua BPN Prabowo-Sandi Ingatkan Rakyat Agar Tak Terprovokasi (kataindo.com)
Ketua BPN Prabowo-Sandi Ingatkan Rakyat Agar Tak Terprovokasi (kataindo.com)

Rakyat jangan sampai terprovokasi sebab Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tetap menginginkan perdamaian. Akan tetapi, jika dalam proses Pemilihan Umum (pemilu) ada proses yang tidak jujur dan adil, rakyat harus menuntut.

Hal yang di katakan Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tentang kedaulatan rakyat tidak berbeda dengan isi pertemuan Prabowo Subianto dengan para tokoh yang diselenggarakan di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Selasa malam, 23 April 2019.

Tidak hanya menutup rapat ruang negosiasi dengan kubu calon presiden Petahana, dalam pertemuan tersebut juga di sebut ada sikap yang di keluarkan agar ada Gerakan Kedaulatan Rakyat. Hal tersebut tentu untuk menyikapi beberapa permasalahan usai  pemungutan suara Pemilihan Umum (pemilu) pada 17 April 2019.

Gerakan tersebut untuk menyikapi kejadian-kejadian yang dianggap bentuk kecurangan yang terstruktur, sistematis, masif dan juga bahkan brutal dalam Pemilihan Umum (pemilu).

Gerakan Kedaulatan Rakyat muncul sebab adanya perlakuan yang tidak adil, khususnya soal laporan-laporan yang sudah di sampaikan kubu 02 namun masih di anggap angin lalu. Padahal ada fakta-fakta mengenai hal tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here