Beranda Nasional Untuk Pantau C1, BPN Prabowo-Sandi Siapkan 813.350 Saksi Online

Untuk Pantau C1, BPN Prabowo-Sandi Siapkan 813.350 Saksi Online

46
0
BAGIKAN
Untuk Pantau C1, BPN Prabowo-Sandi Siapkan 813.350 Saksi Online (kataindo.com)
Untuk Pantau C1, BPN Prabowo-Sandi Siapkan 813.350 Saksi Online (kataindo.com)

JAKARTA – Anggota Tim IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Agus Maksum, memastikan, bahwa pihaknya akan terus mengawal penghitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Salah satunya, kata Agus Maksum, dengan menyiapkan Relawan Saksi Online (RSO) yang berjumlah 813.350.

Agus Maksum menjelaskan, ratusan ribu saksi dari relawan tersebut disiapkan untuk memantau C1 secara online.

“Kita melihat ada pola perubahan sudah dientry kok jadi berubah, Jadi kami akan mengawasi,” ungkap Agus Maksum di kantor Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta, pada hari Senin (22/4/2019) kemarin.

Agus Maksum menjelaskan, banyak temuan-temuan yang aneh dalam proses penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sejak sebelum masa pencoblosan. Contohnya, Agus Maksum mengatakan, munculnya Daftar Pemilih Tetap (DPT) hantu.

Untuk Pantau C1, BPN Prabowo-Sandi Siapkan 813.350 Saksi Online (kataindo.com)
Untuk Pantau C1, BPN Prabowo-Sandi Siapkan 813.350 Saksi Online (kataindo.com)

“Pada H-1 di Surabaya melaporkan, di dalam TPS itu ada lima orang alamatnya ada di rumah saya, Saya saja tidak kenal, Setelah dicek TPS, 50 persen isinya di TPS itu hantu,  Ketua KPPS pun tidak kenal, Itu H-1, Akhirnya mereka sepakat DPT itu tidak dipakai,  Bahkan ada 100 persen yang warga tidak kenal dengan daftar DPT itu, Akhirnya mereka pakai DPHTB 1,” kata Agus Maksum.

Saat ini, Agus Maksum menyatakan, yang terjadi adalah kemenangan pasangan Calon Presiden (capres) dan Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 01 Kubu Petahana versi hitung cepat alias quick count. Hal tersebut, menurut Agus Maksum, yang perlu diwaspadai bersama oleh seluruh tim Prabowo-Sandi.

“Makanya diperlukan modifikasi-modifikasi C1, Itu yang saya sampaikam warning,  Sekarang terbukti, Ada banyak entri data KPU yang C1-nya berbeda dengan rekapitulasi,” ujar Agus Maksum.

Agus Maksum menilai, keberadaan 813.350 relawan saksi online tersebut adalah untuk menghindari keteledoran. Menurut Agus Maksum, seluruh tim pendukung serta relawan Prabowo-Sandi tak boleh teledor dalam mengawasi penghitungan suara.

“Jadi apabila ada teledor, maka hasil akhirnya akan sama dengan quick count, Tapi kalau kita jeli mengawasi ini, maka hasilnya akan sesuai dengan klaim BPN bahwa Prabowo-Sandi menang 63 persen,” pungkas Anggota Tim IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here